Ringkasan (TL;DR)
- Vektorisasi AI: Ubah logo yang pecah atau sketsa menjadi vektor tajam yang dapat diskalakan tanpa batas.
- Bitmap ke Vektor: Ideal untuk pencetakan, pemotongan laser, dan desain web responsif.
- Warna & Hitam-Putih: Mendukung pelacakan warna penuh atau siluet hitam-putih sederhana.
Bitmap (Raster) vs Vektor: Perbedaan Teknis
- Bitmap (JPG, PNG): Terbuat dari piksel. Jika Anda memperbesar, Anda akan melihat kotak-kotak. Menjadi buram jika diperbesar.
- Vektor (SVG): Terbuat dari matematika (jalur, kurva, titik). Anda dapat menskalakannya hingga seukuran gedung dan tetap tajam 100%.
Terbaik untuk
- Logo dan Ikon: Ubah logo JPG resolusi rendah lama menjadi aset SVG yang tajam.
- Pencetakan: Vektor diperlukan untuk pencetakan kaos, pembungkus kendaraan, dan papan reklame.
- Pemotongan Laser / CNC: Mesin membutuhkan jalur vektor untuk mengetahui tempat memotong.
Keterbatasan Vektorisasi Otomatis
Alat ini bekerja dengan melacak tepi kontras tinggi.
- Bekerja sangat baik pada: Bentuk datar, logo padat, gambar tinta, ilustrasi sederhana.
- Kesulitan dengan: Foto, gradien kompleks. (Vektor foto terlihat seperti lukisan abstrak).
FAQ
Apakah ini benar-benar dapat diskalakan tanpa batas?
Ya. File SVG hanyalah kode XML yang menjelaskan bentuk. Tidak ada resolusi tetap.
Bisakah saya mengedit hasilnya?
Ya. File SVG yang dihasilkan dapat dibuka dan dimodifikasi di Adobe Illustrator, Inkscape, atau Figma.
Mengapa foto saya terlihat aneh?
Mencoba memvektorisasi foto realistis menghasilkan efek “kaca patri”. Alat ini tidak untuk menjaga fotorealisme.